SEMANGAT KEBERSAMAAN: SAAT MASYARAKAT DESA LONG ARAN BERSATU PADU MENGANGKAT BATU DEMI BENTENG BRONJ

1793107213449.jpeg
Gambar: Barisan panjang masyarakat memindahkan batu dari tangan ke tangan hingga ke titik pengumpulan batu. ( Selvia Dewi ) Sumber: https://www.longaran.desa.id/

Pada hari senin, 26 Oktober 2026 masyarakat desa Long Aran melaksanakan aksi gotong royong mengangkat batu untuk membuat bronjong penahan tebing.

Gotong royong bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat desa yang terus berdenyut kencang hingga hari ini. Pemandangan luar biasa ini terlihat jelas ketika Masyarakat desa Long Aran bersatu padu melakukan aksi nyata: mengangkat dan menata ribuan bongkah batu untuk membangun bronjong penahan tebing.

Gotong royong ini dilakukan di Lokasi RT 001 Desa Long Aran dan yang terlibat dalam aksi gotong royong ini adalah Masyarakat desa Long Aran khususnya Jemaat GPIB U’ung Pengelesau Long Aran.

Tanpa menggunakan alat berat, masyarakat membentuk barisan panjang dari sungai hingga ke titik lokasi pengumpulan batu dan dilanjutkan dengan menggendong batu hingga ke titik pembuatan bronjong.

Di tengah peluh yang bercucuran, gelak tawa dan seloroh khas masyarakat desa selalu terdengar. Suasana ceria inilah yang menjadi "bahan bakar" alami, membuat rasa lelah seolah menguap begitu saja.

Lokasi pembuatan bronjong ini akan dibuat di jembatan RT 001, dimana jembatan ini sudah sering kali direnovasi oleh Masyarakat.

Penyebab terjadi nya kerusakan pada jembatan ini akibat factor alam, ketika hujan deras dan anak sungai meluap mengakibatkan banjir maka tanah tempat pondasi jembatan tersebut runtuh dan terjadi lah kerusakan. Meskipun tidak termasuk rusak parah tetapi masyarakat sudah tidak berani melewatinya, padahal jembatan ini merupakan salah satu jalan utama bagi Masyarakat.

Melihat antusiasme masyarakat yang bahu-bahu mengangkat batu, kita diingatkan kembali bahwa modal sosial terbesar bangsa ini adalah kebersamaan. Bronjong yang kokoh itu tidak hanya menahan laju air, tetapi juga mengikat erat tali persaudaraan antarwarga agar tidak luntur tergerus zaman.

Bagikan post ini: